6 Fakta Afridza Munandar Pembalap Asal Indonesia

Sumber : Instagram/afridzasyach
Dunia MotoGp sedang kembali berduka atas meninggalnya pembalap motor Afridza Munandar. Pada hari sabtu 2, November 2019 Afridza Munandar tewas dalam ajang Talent Cup sirkuit Sepang Malaysia, akibat kecelakaan balapan. Afridza mengalami kecelakaan pada tikungan 10 pada lap pertama.

Afridza sempat dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter namun, saat tiba dirumah sakit nyawanya tidak tertolong. Afridza adalah sosok pembalap asal Tasikmalaya yang mengharumkan nama bangsa di ajang Asia Talent Cup. Berikut fakta-fakta Afridza Munandar sebelum wafat.


1. Prestasi Afridza Dalam Kancah Nasional

Afridza memiliki segudang prestasi di dalam negeri. Afridza tercatat sudah mendapatkan medali juara kejurnas MP seri V tahun 2015, medali perak PON Jawa Barat tahun 2016, dan juara MP3 tahun 2017. Bahkan tahun 2018 lalu Afridza sempat masuk dalam peringkat 10 besar Asia Talent Cup.

2. Mendapatkan Banyak Simpati Dari MotoGp

Saat Motogp sirkuit sepang minggu lalu para rider MotoGp mengheningkan cipta bagi Afridza. Mark Marques pun juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga dan tim Afridza. Tak hanya Marques saja pembalap seperti Lorenzo, Alex Rins dan Fabio Quartarao mengucapkan belasungkawa.

3. Tempat Kejadian Yang Sama Saat Marco Simoncelli Meninggal

Kita tidak akan lupa pada peristiwa tragis di sirkuit sepang saat Simoncelli kecelakaan pada tahun 2011. Pada saat itu Simoncelli yang tidak sengaja di tabrak oleh Valentino Rossi dan Colin Edwards juga mengalami kecelakaan dan sempat di larikan ke rumah sakit menggunakan helikopter. Namun, tidak selamat. Lukanya sangat parah Simoncelli mengalami cidera pada kepala dan leher.

4. Kronologi Saat Afridza Mengalami Kecelakaan

Afridza mengalami kecelakaan saat di tikungan 10. Saat Afridza di tikungan 10 Afridza sempat bersenggolan dengan pembalap Shinji Ogu. Saat kecelakaan Afridza berada di posisi 6. Saat terjadi insiden, bendera merah dikibarkan tanda balapan harus di hentikan. Afridza kemudian di bawa ke rumah sakit menggunakan helikopter tapi tidak selamat.

5. Meraih Podium Ke 2

Sebelum Race ke-2 di sepang ternyata Afridza mendapatkan juara kedua saat Race pertama di Jepang. Hal ini menjadi momen terakhir bagi pembalap muda asal Tasikmalaya Afridza Munandar.

6. Mendirikan Museum Untuk Mengenang Afridza Munandar

Saat sudah dikebumikan di tempat asalnya Tasikmalaya keluarga Afridza mendirikan museum. Keluarga Afridza ingin mendirikan museum dan cafe untuk mengenang Afridza. Dan uniknya sperpack yang digunakan Afridza saat balapan diperbaiki untuk dipajang di museum.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel