Fakta Dibaik Hari Santri Nasional 22 Oktober


Hari santri nasional adalah hari mempringati santri indonesia. Hari santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober yang disahkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015. Presiden Joko Widodo ingin mengapresisikan para santri karena telah berjuang demi indonesia merdeka. Menurut presiden sendiri, Indonesia merdeka tak bisa dilepaskan dari semangat juang santri pada jaman dulu.

Perayaan hari santri nasional bisanya diiringi dengan pengajian, zikir, membaca sholawat, dan menyalakan obor. Tujuannya dari perayaan ini adalah agar Indonesia diberikan kesejahteraan dan keselamatan. Banyak dari kalian yang belum tau fakta dibalik hari santri nasional yuk simak faktanya.

1. Dari Golongan Muhammadiyah Tidak Setuju Adanya Hari Santri Nasional

Usulan tentang Hari Santri ini mendapat respon dukungan dari berbagai pihak. Tetapi ada juga yang sempat tidak menyetujui adanya hari santri seperti Muhamadiyah. Ketua umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, tak setuju dengan keputusan penetapan Hari Santri menurutnya tak perlu ada pembedaan dan ekslusivitas antara santri dan non santri.

Adanya hari spesial untuk santri tersebut menurutnya malah akan menimbulkan sekat-sekat bagi mereka yang selama ini sudah melebur.

2. UNISMA Mendapatkan Rekor Muri

Setiap perayaan Hari Santri Nasional pasti ada upacara saat perayaan hari santri yang dilaksanakan oleh beberapa kampus islam di Indonesia. Uniknya, pada hari itu mahasiswa tidak harus mengenakan busana seperti biasa, tetapi mereka masuk jam kuliah dengan menggunakan sarung.

Hal yang sama juga berlaku untuk para dosen. Dalam hal ini, salah satu kampus di Malang, Universitas Islam Malang (UNISMA) pernah mendapatkan anugerah rekor Muri bertajuk “Perkuliahan dengan Mengenakan Sarung Terbanyak”.

3. Perayaan Hari Santri Di Yogyakarta

Pada tahun 2017 lalu, Hari Santri Nasional di Gunungkidul, Yogyakarta mengadakan pagelaran drama kolosal berjudul ‘Kiblat Bumi Nusa’. Drama ini berkisahkan tentang perjuangan para ulama di bawah komando KH Hasyim Asyari bersama para santri melawan penjajah kolonial belanda.

Uniknya, drama kolosal tadi akan disertai tarian kolosal. Sekitar 500 pemuda lintas iman (Kristen, Hindu, serta Budha) akan bergabung dengan 1.000 santri dari beberapa pondok pesantren untuk mengikuti tarian kolosal yang menyimbolkan bineka tunggal ika.

4. Penggagas Hari Santri

Pasti kalian bertanya-tanya siapa yang mencetuskan hari santri nasional? Yang mencetuskannya adalah seorang ulama yaitu Kiai Haji Thoriq Darwis. Pemilihan tanggal 22 Oktober ini bukan tanpa sebab. Jika dilihat dari catatan sejarah, tanggal tersebut merupakan peristiwa berdarah saat para pejuang mempertahankan kemerdekaan melawan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) yang datang sebagai perwakilan Sekutu untuk memerintah Indonesia yang telah merdeka.

Peristiwa itu menjadi deklarasi Resolusi Jihad yang dilakukan oleh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari di Surabaya pada tanggal 22 Oktober 1945. KH Hasyim Asy’ari menyerukan kepada para santrinya untuk ikut berjuang untuk menggagalkan kedatangan para tentara Belanda. Berkat bantuan para santri inilah, pertempuran ini menewaskan pimpinan Belanda Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...