5 Fakta Film G 30 S PKI Film Negara Terbaik


Film G 30 S PKI adalah film yang menceritakan peristiwa sejarah pemberontakan PKI pada tahun 1965. Film ini disutradarai oleh Arifin C. Noer dan di produksi oleh PPFN (Produksi Film Negara). Film ini menghabiskan anggaran sebesar 800 juta dan yang memberikan anggaran tersebut adalah mantan presiden kedua pak presiden Soeharto. Film ini mengisahkan penculikan 6 jendral negara disiksa dan dibunuh secara sadis.

Saat kalian menontonnya saat hari peringatan G 30 S PkI kalian tentu akan merasa kasihan dengan kelakuan para anggota pki terhadap jendral TNI yang disiksa. Film ini mendapatkan anugrah penghargaan pada ajang festival film Indonesia dengan katagori sekenario asli terbaik. Namun di balik film G 30 S PKI banyak sekali fakta unik yang belum kamu tahu yuk simak 5 fakta unik tentang film G 30 S PKI.

1. Menampilkan adegan Tidak Layak Tonton

 Pada film G 30 S PKI saat adegan 6 jendral di introgasi banyak sekali adegan yang tidak patut diperlihatkan. Misalnya para jendral disilet di wajahnya lalu keluarga jendral yang di tembak saat penculikan dan masih banyak lagi. Tapi film ini adalah sebuah fakta kekejaman yang dilakukan oleh para anggota PKI untuk mengubah ideologi bangsa Indonesia.

2. Menjadi Tontonan Wajib pada Era Soeharto

 Film yang di tayangkan di TVRI ini mendapatkan dukungan dari presiden kedua Soeharto sangat wajib di tonton. Presiden Soeharto berharap dengan memutar film G 30 S PKI ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat betapa berbahayanya anggota PKI dan sekaligus memperkuat ideologi pancasila.

3. Berhenti Tayang Pada Era Reformasi

 Pada era reformasi tahun 1998 film ini tiba tiba berhenti ditayangkan di televisi. Menurut Departemen Penerangan film itu sudah sering diputar akibatnya filmnya menjadi kabur atau tidak jelas gambarnya. Sementara itu, mentri penerangan Muhammad Yunus mengatakan film itu pemutaran film G 30 S PKI itu tidak sesuai dengan dinamika reformasi.

4. Adegan Yang Tidak Sesuai Dengan Fakta Yang Terjadi

 Ternyata dari adegan-adegan film G 30 S PKI ada yang tidak sesuai dengan faktanya. Misalnya pemimpin PKI DN Aidit, adalah perokok faktanya DN Aidit bukan perokok. Dan ada juga adegan saat jendral yang masih hidup disiksa menggunakan benda tajam seperti pisau dan silet namun faktanya, berdasarkan hasil visum et reptum yang dilakukan oleh sejarawan Ben Anderson mengatakan para jenazah jendral dipenuhi luka tembak bukan disilet.

5. Mendapatkan Penonton Terbanyak Di DKI Jakarta Tahun 1984

 Pada tahun 1984 film ini mendapatkan rekor penonton terbanyak di Jakarta dari film sebelumnya.  Pada akhir tahun 1984 mendapatkan penonton sebanyak 699.282 ribu penonton. Hal ini sekaligus mengalahkan film box office tahun 1982 yaitu Nyi Blorong dengan jumlah 354.790 ribu penonton.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel