Fakta Teh Hijau Bagi Kesehatan Yang Wajib Kamu Tahu


Teh hijau adalah teh khas dari negara Jepang yang memiliki banyak manfaat. Teh ini disebut teh Ocha di Jepang. Teh ini sangat populer di belahan benua Asia seperti, Taiwan, Tiongkok, Jepang, dan Asia Tenggara.

Teh hijau memiliki kandungan antioksidan yang berfungsi sebagai mencegah proses oksidasi molekul. Teh hijau memiliki aroma yang membuat tubuh menjadi rileks. Banyak sekali dokter-dokter yang merekomendasikan teh hijau sebagai obat herbal yang khasiatnya luar biasa. Berikut fakta tentang teh hijau.

1. Bisa Menangkal Kanker

Kanker adalah penyakit mematikan yang hampir penderitanya di seluruh dunia. Hal itu bisa dicegah dengan mongonsumsi teh hijau. Menurut beberapa penelitian mengkonsumsi teh hijau secara rutin meminimalisir terjadi penyakit kanker dari pada orang yang tidak sama sekali minum teh hijau.

2. Memperbaiki Sel Kulit Yang Rusak

Teh hijau juga bisa menjaga kesehatan kulit bagi yang mengkonsumsinya. Hal ini diperkuat oleh bukti oleh penelitian yang dilakukan oleh Medical Collage of Georgia yang mengatakan bahwa teh hijau bisa mengeluarkan racun dari pori-pori kulit, menghilangkan noda dan bekas luka. Selain itu teh hijau juga bisa membuat elastisitas kulit meningkat

3. Mengatasi Masalah Mata Bengkak dan Lingkaran Hitam

Selain untuk kecantikan teh hijau juga bisa mengatasi mata bengkak dan lingkaran hitam atau mata panda. Karena kandungan antioksidan dan tanin ini bisa menyusutkan pembuluh darah di bawah kulit di sekitar mata akibatnya mata bengkak atau lingkaran hitam akan hilang dengan alami.

4. Meningkatkan Pembakaran Lemak Bagi Yang Ingin Diet

Para ahli gizi melakukan penelitian dan hasilnya teh hijau juga bisa untuk diet. Para peneliti mengatakan bahwa orang yang meminum teh hijau sebelum olahraga dapat mengurangi lemak sebesar 17℅ di bandingkan orang yang tidak minum teh hijau.

5. Meningkatkan Kinerja Otak

Selain bahan antioksidan dan tanin teh hijau ternya memiliki kandungan kafein. Kafein akan memblokir neurotransmitter penghambat yang disebut adenosin. Hal ini membuat penembakan neuron dan konsentrasi neurotransmitter seperti dopamine dan norepinefrin. Hasilnya, kinerja otak akan meningkat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...