7 Fakta Tentang Jalan Pantura


Jalur Pantura atau Jalur Pantai Utara adalah jalur utama yang menghubungjan 5 provins. Jalan ini memiliki panjang  1.316 km meliputi provinsi Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Jalan ini merupakan penyeberangan yaitu Merak di ujung Barat pulau Jawa dan Ketapang di ujung Timur pulau Jawa. Merak merupakan pelabuhan penyeberangan menuju Sumatra sementara Ketapang merupakan pelabuhan penyeberangan menuju Bali. Tapi taukah kalian di balik pembuatan jalan pantura terdapat fakta fakta unik yang belum Kamu ketahui berikut fakta yang sudah himawan45.xyz rangkum.

Fakta Tentang Jalan Pantura

1. Jalan ini dibuat pada era Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang ke 36. Daendels memerintah antara tahun 1808-1811. Pada masa itu Belanda sedang dikuasai oleh Perancis. jalan ini sekarang menjadi Jalan Pantura yang membentang sepanjang pantai utara Pulau Jawa.

2. Daendels hanya membutuhkan waktu 1 tahun (1808) untuk menyelesaikan jalan raya pos atau yang sekarang dikenal dengan jalur Pantura. Di sepanjang jalur Pantura terkubur puluhan ribu jenazah rakyat Indonesia yang menjadi korban kerja paksa dan kekejaman Daendels si tangan besi.

 Salah satu sumber di Inggris menyebutkan ada sekitar 12 ribu hingga 15 ribu orang yang meninggal pada saat pembuatan proyek raksasa tersebut.

3. Jalur Pantura dikenal juga oleh sebagian orang sebagai "jalur tengkorak" atau "jalur maut" karena tingginya tingkat kecelakaan yang terjadi sepanjang tahun.

4. Jalur Pantura merupakan salah satu jalan terfavorit bagi para supir truk, bus malam, dan kontainer. Jika di jalanan lain semakin malam kendaraan yang melintas semakin sepi, di Jalur Pantura justru malah sebaliknya. Makin malam makin ramai.

5. Jalur Pantura dikenal memiliki jalan yang lebar dengan trek yang relatif lurus dan minim belokan, sehinga tak heran banyak para pengguna jalan disana menjadikan jalan tersebut sebagai tempat balapan dari berbagai macam jenis mobil.

6. Jalur Pantura terkenal memiliki cuaca yang sangat panas dibandingkan jalur selatan yang relatif sejuk. Karena jalur pantura berdekatan dengan pantai utara yang mana anginya tidak terlalu kencang sedangkan jalur selatan berdekatan dengan pantai selatan yang mana anginnya lebih kenacang dari pada pantai utara.

7. Di Titik Tertentu Seperti Di Wilayah Pamanukan hingga Cirebon sering terjadi yang namanya "Buka Jalur" yang dilakukan oleh bus malam yang nekat menerobos kemacetan parah dengan cara melawan arah.

Sehingga kendaraa yang akan menuju ke Jakarta harus beradu nyali bahkan mempertaruhkan nyawa. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi dan sangat membahayakan, namun sayang para polisi lalulintas disana cenderung tak peduli sebab ini merupakan lahan empuk untuk melakukan pungli atau pungutan liar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...